Thursday, February 12, 2009

Chapter 2 - Molotov Cocktail

The Mid-Beginning…

Kemaren udah cerita sedikit gimana Om Hitler ama Om Stalin nge-teh ama nge-pisgor bareng, yang malah memicu perang Dunia ke-2 itu. Sekarang, gue mo ceritain sedikit gimana salah satu jenis senjata, dinamain Molotov, atau Molotov Cocktail itu. Ini masih ada hubungannya dengan perang dunia ke-2. Begini ceritanya…

Di PD 2, Finlandia menolak nyerahin daerah strategis ke Uni Soviet waktu si Soviet menginvasi Finlandia. Perang antara Tentara Finland (Finnish Army) menghadapi tentara Uni Soviet (Red Army) yang pake tank waktu itu disebut Winter War. Ketika Vyacheslav Molotov yang akrab disapa Molotov, waktu itu masih menjabat Soviet People's Commisar for Foreign Affairs (mungkin setara ama Camat) bilang ke orang-orang Finns yang kelaparan lewat radio:

"Oiy warga Finn, gue bawain nasi berkat nih! Terima yeh!"

Padahal jelas-jelas yang didrop dari pesawat itu bukan bahan makanan, tapi bom. Warga Finn menyebut bom udara itu sebagai 'Molotov bread baskets'. Langsung deh, mereka nyerang tank-tank Soviet dengan 'Molotov cocktails'.

Molotov cocktails adalah nama umum dari variasi improvised incendiary weapons, yang juga dikenal sebagai petrol bomb, gasoline bomb ataupun Molotov bomb. Senjata ini gampang dibuat, dan lebih sering digunakan oleh perusuh (rioters)

Bentuk yang paling sederhananya itu adalah terdiri dari botol kaca (lo bayangin botol soft drink atau botol kecap deh. Nah, that's it!), trus sumbunya itu dari kain yang dicelupin ke bensin dan ditaro di mulut botol. Cara makenya, ya bakar kainnya dan lempar ke target yang dimaksud. Ketika botol itu pecah, otomatis bensin kena api, dan meledak lah itu botol. Jadi kayak bom kan?

Selain pake bensin, juga bisa pake cairan-cairan yang mudah terbakar, kayak alkohol, terpentin, atau mungkin minyak tanah (tapi hari gini minyak tanah udah susah didapet. Mahal pula. Lo mau antri 2 jam dulu untuk bikin bom Molotov? Lagipula, minyak tanah udah di-konversi jadi gas tuh). Ada juga cairan yang lebih kental atau tebal, seperti oli atau tar (kayak yang buat bikin aspal jalanan gitu deh) yang lebih nempel, membakar permukaan target yang dilempar juga menimbulkan asap yang tebal dan bikin sesak napas.

Itu bentuk klasiknya. Ada model-model lain yang udah diperbaikin.

Waktu di Winter War itu, Molotov Cocktails diproduksi massal oleh Alko corp. bom Molotov itu udah termasuk gratis 2 korek api di dua sisi botolnya loh. Bahan bakunya terdiri dari ethanol (ini termasuk alkohol), tar dan bensin di botol bervolume 750 ml. Jangan pikir tu korek api kayak korek api kayu bungkus kuning yang biasa kita beli di warung. Tu korek bentuknya panjang, namanya pyrotechnic storm matches. Mungkin tu korek tahan air, tahan angin, tahan cuaca jelek, gak gampang mati. Ketika mau dipake, nyalain koreknya (pake api, bukan pake lampu), trus lempar deh. Katanya sih itu lebih aman daripada pake sumbu kain yang dicelupin bensin.

Selain digunain dalam perang, Molotov cocktail sering dipake para pembuat kerusuhan, pemberontak atau yang less-armed deh di kerusuhan, dalam baku tembak, karena cara buatnya yang simple itu untuk melawan polisi, tentara or anyone who intend to disable any tanks.

Yeah, tank. Lo tau kan tank yang di film-film itu, yang ada tembakan gedenya, bannya terbuat dari besi dan keliatannya semua dari luar terbuat dari besi? Iya. Yang itu. Well, gue Cuma pengen give a clue aja. Kita kan gak sesering itu nemuin tank waktu ngelewatin Blok M atau ngeliat tank ngetem di deket pasar Kebayoran lama kan?

Walau sering digunain dengan maksud melumpuhkan tank atau kendaraan berat lainnya, itu cuma efektif (melumpuhkan) secara psikologis supaya si sopir atau kenek tank nya itu keluar dari dalem. Kebanyakan tank yang udah modern, hi-tech gitulah kira2, secara fisik nggak bisa diancurin dengan Molotov Cocktails. Paling bisa cuma bikin lumpuh, bukan ancur berkeping-keping (halah).

Sebagai salah satu kendaraan perang, mereka gak dibuat dari kulit kebo yang dikeringin kayak buat bedug. Ya iyalah! tank itu di-desain secara khusus (bukan oleh Oscar Lawalata tentunya), ada sistem perlindungan secara nuklir, biologi dan kimia yang bikin mereka tertutup dan kedap-udara, terlindungi dengan baik dari gas, cairan atau udara yang membahayakan. Tank masa kini (aih, masa kini?) tuh punya composite armour (daripada salah, nggak gue translate yah), yang terdiri dari baja, keramik (jangan bayangin keramik ubin kayak di rumah), plastik (juga jangan bayangin kayak plastik ember atau plastik kresek) dan Kevlar, yang membuat si tank tuh amat sangatlah sulit sekali dihancurkan kalo Cuma pake Molotov Cocktail doang, karena material2 itu punya titik meleleh diatas suhu bensin yang terbakar (bahan baku utama Molotov Cocktail).

Komponen bagian luar tank kayak sistem optik, antena, atau sistem persenjataan yang ada dibagian luar tank, mungkin bisa dirusak pake Molotov cocktail dan bikin si tank tuh kayak "buta", lieur, memaksa si sopir ama kenek tank untuk meninggalkan tank.

Mungkin begini percakapan antara sopir dan kenek yang tank-nya dilempari bom Molotov.

"Eh, lay, kenapa jadi panaz kali ini di dalam zini?!"
"Tak tahulah awak, bang! Mungkin kabel kipas anginnya copot?!"
"Coba kau lihat dulu lah itu, intip sedikit ke luar!"
Si kenek mengintip ke luar dengan teropong macem kayak di kapal selam itu, dan dia hanya bisa melihat para perusuh dengan riang menyambit tank dengan bom Molotov.
"Apa yang terjadi di luar zana lay? Ini juga kenapa wipernya gak mau jalan?! Awak gak biza liat apa-apa ini!" (di tank ada wiper?)

Si kenek panik.
"Bang, ada baiknya kita minggat saja bang,"
"Ah, kau ini, penakut sekali! Belum dapat zetoran, sudah mau minggat zaja?!"
"Udah bang, kita nombok aja dari usaha isi angin dan tambal ban tank kita! Daripada kita jadi lupis disini? Kita uda gak bisa liat ke luar, kipas angin juga konslet, perusuh-perusuh itu beringaz sekali bang!"
"Ah! Baiklah! Lagipula ini tank gak di-asuransiin dan belum pernah ikut peremajaan tank. Kita minggat. Cepat! Kau duluan keluar!"

Akhirnya sopir dan kenek itu meninggalkan tank mereka dan lari menjauh dari medan pertempuran dengan handuk yang melingkar di leher dan botol air mineral di tangan mereka.

Waku itu gue lagi di kampus Universitas Pancasila, nonton pertandingan futsal. Tau-tau penonton yang sebagian besar emang anak kampus UP keluar dari gedung. Katanya sih anak-anak ISTN ngajak rusuh. Panik terjadi di sekitar gedung olahraga itu. Yang gak ada hubungannya ama kedua kampus itu mindahin motor, takut kena rusuh. Ada yang lari ke jalan raya juga, tempat tawuran terjadi. Tapi ada juga yang tau-tau lari bawa teh botol yang kosong, en tu orang jongkok di dekat motor dan utak-atik sesuatu di motor itu.

Ternyata orang itu membuka aliran dari selang bensin, dan menampung bensin di botol yang kosong. Dia juga menyobek sedikit kain spanduk trus dia lilitin di sekitar dan menutupi mulut botol. Gue belum sempet nanya dia lagi ngapain, eh, dia udah ngibrit duluan.

Karena gue pernah liat di tipi, tu orang kayaknya bikin bom Molotov yang paling sederhana. Botol beling, diisi bensin, sumbunya dari kain. Tapi setelah gue cari tau lebih lanjut, model begitu yang paling sederhana sekaligus paling berbahaya. Karena secara teknis, kain di mulut botol harus dibakar dulu sebelum dilempar ke sasaran. Nah, kalo kain udah dibakar tapi tu botol masih di tangan, ada kemungkinan gas dari bensin menguap duluan dan bereaksi dengan api, jadilah tu botol bisa meledak waktu masih di tangan.

Katanya ada yang lebih aman. Yaitu pake tampon. By the way, gue agak kurang kurang pasti apa tampon=pembalut menstruasi buat cewe? Kalo gak salah kan ada jenis lain yang fungsinya mirip pembalut itu. Maaf yah gue kurang observe nih, kalo ada salah2, tolong tambahin. Tapi kalo menurut yang gue baca sih kayaknya iya.

Jadi, tu pembalut dicelup dulu ke bensin, diselotip di sekeliling botol yang ada tutupnya, bakar pembalutnya dan lempar keras-keras! Dengan metode kayak gitu, itu botol harus pecah ketika dilempar. Yah, mungkin lemparnya ke bangunan, kendaraan atau pecah jatuh di aspal. Agak kecil kemungkinan pecah kalo ngelemparnya ke jidat atau idung orang.

Selain campuran setengah bensin ama setengah oli, ada juga campuran setengah bensin, setengah tar, tapi mungkin gak mudah untuk didapat. Hasil campuran ini bener-bener panas kalo kebakar dan nempel dengan bagus di permukaan sasaran.

Sejauh ini, campuran yang paling nempel ketika membakar di permukaan itu adalah: 50% bensin, 25% tar, 25% grease. Shake well dan lempar sekeras-kerasnya.

Well, begitulah tulisan singkat gue tentang Molotov (singkat?! 4 halaman A4 di word, spasi 1?). Gue gak bermaksud ngajarin yang jelek tentang cara bikin senjata/bom sederhana. Dan ini bukan untuk melukai orang. Tapi siapa tau, sekali waktu, lo tau sendiri, di sekitar kita, di negeri kita yang gemah ripah loh jinawi ini, gak sedikit kejadian dimana rakyat kecil ditindas ama pemerintah melalui cara yang represif, yaitu melalui aparat keparat.

Gue gak mikir akan ada kudeta atau penguasaan pemerintahan oleh pihak militer kayak di Myanmar itu. Gilee, gak segitunya. Tapi percaya aja, sampe detik ini, peperangan dimana-mana masih terjadi. Baik itu skala kecil, sedang, atau besar. Banyak kepentingan, banyak cara juga untuk memuluskan jalan menuju kepentingan itu, dan bukan gak mungkin melalui cara yang buruk. Dan, gue cuma berpikir, yang tertindas, siapapun itu, harus bisa membela diri.

Yah, siapa tau, ada revolusi di negeri ini.

Revolusi terhadap apa-apa yang menyengsarakan rakyat, biar jadi lebih baik. (Reformasi aja nggak beres, apalagi revolusi? Evolusi aja sekalian, kita balik lagi jadi lumut, atau makhluk bersel satu). Contohnya, kalo nemu koruptor, boleh deh tuh lempar bom Molotov ke jidatnya. Kenapa Indonesia gak kayak China yah, yang menghukum mati koruptor tanpa pilih kasih. Yah mungkin, kalo metode itu dijalankan, rakyat Indonesia yang berjumlah 230 juta jiwa, bisa jadi tinggal 75,5 juta jiwa aja.

Sisanya? Dihukum mati karena terbukti korup.

Loh, kok jadi ngomongin ini?

Udah ah, pegel. Nanti ada sambungannya sedikit lagi tentang Molotov… hehe.

Cheers J

No comments:

Post a Comment