Friday, November 23, 2012

Begitulah

Hola,
Kayaknya udah lama banget gak posting disini. Udah mau 2013 pula. Niat 1 bulan 1 posting pun terlewatkan. Anyway, sebenernya gak pengen nulis banyak, cuma pengen sharing dan copy-paste, waktu liat di twitter, ada link ke 1 site tumblr seseorang di karinapradita.tumblr.com dan somehow... ada salah satu posting di tumblr itu yang kayaknya menggambarkan pas, mengenaaa banget dengan suatu kondisi yang pernah gue alamin dulu. Dan mungkin banyak orang pernah ngalamin mirip-mirip kayak gitu.

Dan kebetulan lagu yang jadi cerita postingan ini gue suka banget, judulnya "Falling Slowly" dari Glen Hansard feat. Marketing Irglova, soundtrack dari film indie "Once". Gue suka banget film itu. Lagu-nya bagus dan keren-keren. Recommended.

Begitulah.

So, i just want to share with you all.
Enjoy :)


 ****

Falling Slowly.

Tidak ada yang tidak pernah terbebas dari kesalahan, malaikat tanpa sayap pun. Setiap jiwa di dunia ini pernah merasai bagaimana kesakitannya menanggung setiap kesalahan, disalahkan, juga merasai bagaimana egoisnya menyalahkan atas sesuatu yang sebenarnya terlalu berlebihan untuk terus menerus diumbar sementara kata maaf seharusnya telah menyimpul dan memutus setiap skenario yang ada yang membuat memar.

Aku berhenti pada persimpangan sederhana diantara meminta maaf kemudian berjanji hal itu tidak akan terulang kembali dan kesimpulan bahwa ternyata kamu tidak sedewasa apa yang selama ini kamu banggakan. Tidak sedikitpun.

Kamu, sesekali berteriak tentang keegoisan, sementara hal yang tengah kamu kokoh pertahankan adalah keegoisan itu sendiri dengan alasan setiap kesalahan pantas mendapat hukuman, mendapat balasan, dan tidak pernah cukup diselesaikan dengan kata maaf yang dengan tulus telah dimintakan.
Aku diam saja.

Mengiyakan setiap kalimat yang dengan tegas kamu utarakan dalam sela waktu pertemuan kita yang mampu dihitung jari banyaknya. Tentang kemarahan, tentang penyesalan, tentang kata-kata yang siap mematikan setiap rasa yang telah terpupuk selama beberapa ratus hari ini dalam sekali bunuh. 

Kamu, tidak pernah mau mengerti arti kerelaan, tentang apa itu keikhlasan. Sehingga kamu dengan gagahnya terus menerus membiarkan setiap peristiwa-peristiwa di masa lalu tergambar kembali. Diputar kembali. Bahwasanya, sikap seperti itu tidak lain dan tidak bukan adalah satu dari keegoisan yang diselubungi satu dari sekian kesombongan.


Bukankah setiap kesalahan itu akan berhenti pada satu fase dimana meminta maaf akan meluruhkan setiap benci, kemudian memaafkan akan meredamkan setiap keping emosi?

Aku diam saja.

Masih berdiri pada tempatku semula. Mempelajari setiap pola yang sengaja tengah Tuhan tuntunkan pada maket perjalanan hidup satu-satunya. 

Dia adalah yang Maha berhak untuk membalas. Dia adalah yang Maha berhak untuk menyusunkan karma yang siap dipanggul bahu setiap jiwa-jiwa yang bersalah. Maka biarkan saja Dia, merangkai dengan manis setiap alur hidup manusia.

Kita diam saja. Aku dan kamu cukup diam saja.

Tidak pernah ada yang mampu jauh kita lakukan, selain meminta maaf, kemudian memaafkan terhadap satu keadaan yang membuat kita berjarak atas kesalahan dan kemarahan, kemudian menunggu lanjutan dari setiap cerita kita dalam diam, dalam doa yang kita panjatkan pelan-pelan. Semoga semua jauh lebih baik-baik saja pada akhirnya.

Falling slowly, eyes that know me.
And I can’t go back.
Moods that take me and erase me.
And I’m painted black.
You have suffered enough.
And warred with yourself.
It’s time that you won.
Falling Slowly - Glen Hansard Ft. Marketa Irglova (Ost. Once)