Wednesday, May 4, 2016

Sok Puitis

Karena lagi happening banget film AADC yang sudah tayang di bioskop kesayangan Anda, tapi belum tentu jadi kesayangan ibu mertua, eike sebagai generasi emas 90-an, most of us kurang gizi dan cacingan tapi hepi karena banyak main di luar *gak main gadget dong kecuali gimbot "bego lu.. bego lu"* jadi saya merasa wajib nonton dong.
Well, gak banyak komentar sih tentang filmnya apalagi jalan ceritanya yang sangat FTV-ish sekali dan happy ending. Tapi okelah menatap mbak Distro yang walau sudah anak dua yang mungkin bikin pengen banyak suami mendadak-duda atau yang jomblo jadi sekeren Al-Gazali anaknya Dhani Dewa.
Intinya saya sih mau copas puisi aja sih, dari si Charil Anwar.
Udah. Itu aja.
Here we go:
***
Sia-sia
Penghabisan kali itu kau datang
Membawaku kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan Suci
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan: untukmu.

Lalu kita sama termangu
Saling bertanya: apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti

Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri

Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

Chairil Anwar, Februari 1943

***

No comments:

Post a Comment