Menurut kalender dalam 2 - 3 hari ini gue dalam masa PMS. Bagi yang gak tau PMS apa, tanya mbah gugel aja.
PMS itu gampang kena imbas, jujur saja lebih cepat nyamber ke yang berhawa negatif. Yang positif bisa aja kebangun, lebih hebat malah, kayak excited euphoria. Tapi a little bit need effort.
So, some words got me really pissed off tonight. Dan gue gak ngerti kenapa, padahal gue udah membangun and surrounding myself with good things lately. Dikasi surprise, makan bareng, curhat, walau kerjaan rese, tetep aja lembur, tapi ya dibawa fun aja. Nothing could get me wrong today.
Tapi ya nasib, mungkin ada yang gak senang kalo gue tenang, gue damai-damai, diem-diem aja, ada yang salah kalo dunia kecil gue gak 'goyang'. So, well, daripada dibilang PMS = Pembenaran Maunya Sendiri, padahal dari kemarin-kemarin gue udah lurus-lurus, baik-baik aja, mending gue jalanin cara yang gue ngerti:
Diam. Sementara.
Kadang gue gak bisa kontrol kata-kata atau kalimat gue kalo lagi gak enak hati, jadi cara terbaik adalah diam. Karena kalo lagi kesal banget, lebih bisa maksain diam ke diri sendiri, daripada ribet milih kata-kata yang gak terlalu nyakitin. Otak gak bisa diajak mikir kalo lagi kesal. Jadi mending diam. Silakan kalo mau tuntasin, lo tau gue dimana. Prinsip gue sih gitu. Itu kalo lagi ribet.
So, yasud.
#mengutip dua quotes:
"Anybody can become angry - that is easy, but to be
angry with the right person and to the right degree and at the right
time and for the right purpose, and in the right way - that is not
within everybody's power and is not easy.
" - Aristoteles
"Speak when you are angry and you will make the best speech you will ever regret." - Ambrose Bierce
Nyesek tapi. Nasib.
... Mend your heart ay, makan, cuci kaki, tidur...
dan banyak berdoa.
No comments:
Post a Comment